Aktivitas vulkanik di sejumlah gunung api Indonesia mulai dari Gunung Anak Krakatau, Semeru, Sinabung, hingga Lewotobi Laki-laki menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Meski Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa erupsi gunung-gunung ini tidak saling memicu, masyarakat yang berada di sekitar zona bahaya tetap diimbau untuk selalu siaga.
Untuk memastikan keselamatan diri dan keluarga di tengah meningkatnya aktivitas gunung api, berikut adalah langkah-langkah mitigasi penting yang perlu dilakukan:
1. Patuhi Batas Radius Bahaya
Setiap gunung api yang berada pada status Waspada (Level II) maupun Siaga (Level III) memiliki zona bahaya yang berbeda-beda, berkisar antara 3 hingga 5 kilometer dari kawah aktif. Hindari seluruh aktivitas di dalam radius ini untuk mengantisipasi bahaya lontaran batu pijar, awan panas, dan aliran lava.
2. Waspadai Dampak Hujan Abu Vulkanik
Abu vulkanik mengandung partikel tajam yang dapat memicu gangguan pernapasan (ISPA) dan iritasi mata. Jika wilayahmu terpapar abu vulkanik:
- Gunakan masker (diutamakan jenis N95) atau kain basah saat berada di luar ruangan.
- Pakai kacamata pelindung (goggles) dan hindari penggunaan lensa kontak.
- Kenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang untuk melindungi kulit dari iritasi.
3. Amankan Pasokan Air dan Makanan
Dampak paparan abu vulkanik dapat mencemari sumber air bersih dan makanan. Pastikan tempat penampungan air tertutup rapat dan cuci bersih bahan makanan sebelum dikonsumsi. Jika memungkinkan, siapkan cadangan air bersih dalam wadah tertutup.
4. Pantau Informasi Resmi dan Hindari Hoaks
Saat terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, isu atau narasi yang tidak berdasar sering kali beredar luas, seperti ancaman tsunami atau erupsi susulan tanpa konfirmasi. Pastikan kamu hanya mengacu pada informasi resmi dari PVMBG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), atau aplikasi MAGMA Indonesia.
5. Siapkan Tas Siaga Bencana
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah zona rentan, kemasi barang-barang penting dalam satu tas yang mudah dijangkau (Emergency Grab Bag). Tas ini idealnya berisi:
- Dokumen penting dan uang tunai secukupnya.
- Pakaian ganti dan perlengkapan mandi.
- Obat-obatan pribadi dan kotak P3K.
- Lampu senter, powerbank, dan radio portabel.
Ingat: Kesiapsiagaan adalah kunci utama keselamatan. Tetap tenang, jangan panik, dan selalu ikuti arahan dari petugas pemantau gunung api serta pihak berwenang setempat.


